Minggu, 17 April 2016

makalah keanekaragaman hayati



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati atau biodiversity adalah berbagai variasi yang ada di antara  mahkluk hidup dan lingkungannya. Keanekaragaman makhluk hidup tampak pada perbedaan ciri atau sifat yang dimiliki oleh setiap organisme, misalnya bentuk, ukuran, struktur, warna, fungsi organ, dan habitatnya. Keanekaragaman hayati meliputi berbagai aspek, yaitu ciri-ciri morfologi,anatomi, fisiologi dan tingkah laku mahkluk hidup yang selanjutnya akan menyusun ekosistem tertentu.
Keanekaragaman hayati terjadi tidak hanya karena perbedaan jenis. Suatu jenis organisme pun memilikinya. Contoh keanekaragaman antarjenis adalah bawang merah dan bawang putih, sedangkan contoh keanekaragaman dalam satu jenis adalah varietas padi yang terdiri atas padi jawa, padi cianjur, dan sebagainya.
     Upaya pelestarian lingkungan keanekaragaman merupakan sumber daya alam hayati karena:
a)    Merupakan bagian dari mata rantai tatanan lingkungan atau ekosistem,
b)   Mampu merangkai satu unsur dengan satu unsur tatanan lingkungan yang lain,
c)    Dapat menujang tatanan lingkungan itu sehingga menjadikan lingkungan alam ini siuatu lingkungan hidup yang mampu memberian kebutuhan nakhluk hidup.
Keanekaragaman hayati dibedakandalam tiga tingkatan yaitu:
1.      Keanekaragaman Genetic
keanekaragaman genetic adalah tingkat paling mendasar yang mengacu pada varietas (macam-macam) anggota spesies, misalnya varietas pada padi antara lain IR, PB, rojolele, sedani dan Kapuas. Mangga memiliki varietas, diantaranya, mangga arum manis, gadung, golek dan mana lagi. varietas disebabkan oleh variasi gen. Gen adalah materi dalam kromosom makhluk hidup yang mengendalikan sifat organisme.

2.      Keanekaragaman Spesies
Keanekaragaman spesies adalah tingkat yang paling umum yang mengacu pada variasi spesies di tempat tertentu atau diantara sekelompok makhluk hidup tertentu. Keanekaragaman hayati antarspesies mudah diamati karena perbedaannya yang mencolok, misalnya perbedaan antara kelompok tumbuhan palem-paleman,seperti kelapa, kurma, dan sagu. Ketiganya dengan mudah dapat dibedakan baik dari segi fisik maupun tabiat (tempat hidupnya). Kelapa tumbuh dipantai; kelapa tumbuh di daerah kering; sedangkan sagu tumbuh di pegunungan basah (rawa gambut)
3.      Keanekaragaman Ekosistem
 Keanekaragaman ekosistem adalah tingkat yang mengacu pada variasi bentuk fisik suatu tempat beserta populasi tumbuhan serta binatang yang ada, misalnya padang pasir, danau, dan karang. Suatu ekosistem terdiri dari dari komponen biotic dan abiotik. Setiap jenis ekosistem memiliki campuran spesies yang unik dan berbeda bergantung kepada kualitas dan kuantitas komponen biotic dan abiotiknya.
Macam-Macam Keanekaragaman Ekosistem :
1)        Ekosistem Hutan Hujan Tropis
            Ekosisitem hutan hujan tropis telletak didaerah tropis dsn cirriny a adalah memiliki bermacam-macam pohon khususnya epifit, seperti anggtek dan tumbuhan pemanjat(misalnya liana dan lumut). Hewan khas yang terdapat dihutan hujan tropis antara lain kera dan burung.
2)        Ekosistem Hutan Berdaun Jarum
            Ekosistem hutan berdaun jarum memiliki pohon khas yang berdaun jarum dan retak didaerah pegunungan. Umumnya ekosistem tersebut berda didareah beriklim sedang(subtropics) yang bersushu dingin. Salah satu hewan khasnya adlaah beruang.  
3)        Ekosistem padang pasir
             Ekosistem padang pasir memiliki kaktus sebagai tumbuhan khasnya dan terdapat diareah beriklim panas. Hewan khas padang pasir antar lain reptilian,mamalia kesil,dan burung.
4)        Ekosistem padang rumput
              Ekosistem padang rumput didominasi oleh rumput dan terdpat diareah berilkim kering dengan ketiinggian anatara 3600 m sampai 4100 m. hewan khas padang rumput anatar lain mamalia besar,herbivore,dan karnivora.
5)        Ekosistem pantai
              Ekosistem pantai didominasi oleh formasi pescaprae dan formasi baring tonia yang berbentuk pohon atau perdu. Hewan khasnya antara lain kepiting,serangga,dan burung pantai.
B.     KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN
             Tumbuhan memiliki struktur tubuh berupa akar,batang, dan daun. Tumbuhan yang hidup didarat bradaptasi melalui kemampuannya untuk mengabsorpsi air dan mineral dari dalam tanah , menyerap cahaya matahari, mengambil CO2 dari udara untuk fotosintesis,serta kemampuan untuk hidup dalam kondisi kering. Akar berfungsi sebagai penopang berdirinya tumbuhan, pengabsorpsi air dan mineral, serta tempat penyimpanan cadangan makanan. Batang merupakan organ tumbuhan yang berfungsi menegakkan tumbuhan dan menopang daun-daun. Batang meliputi batang pokok,cabang,dan ranting. Daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis  karena mengandung kloroplas.
         Tumbuhan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu angiospermae dan gymnospermae.


           1.            Angiospermae
           Angiospermae berasal kata angios yang berarti ‘tertutup’ dan sperma yang berarti ‘biji’. Tumbuhan angiospermae merupakan golongan tumbuhan yang menghasilkan biji dalam keadaan terlindung oleh karpel (daun buah),memiliki sistem pembuahan ganda, serta memiliki alat perkawinan berupa bunga sehingga disebut juga anthophyta (anthos: bunga, phyta: tumbuhan ). Angiospermae temasuk tmbuhan yang mendominasi. Sebagian besar makana yang kita konsumsi bearsal dari tumbuhan berbunga dan dapat berupa akar, misalnya wortel, dan kangkung. Selain itu, berupa buah-buahan, seperti apel, mangga, pisang, pepaya, padi dan jagung.
            Angiospermae  memiliki dua kelas yaitu tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil.
a)    Tumbuhan Dikotil
Kata dikotil  berasal dari kata di berarti dua dan kotyledon yang berarti keping lembaga biji. Jelasnya, tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang memilki bji terttup dan paa saat berkecambah keadaan bijinya memiliki dua keping lembaga atau dua daun lembaga dengan sistem erakaran tunggang. Sistem perakaran tunggang adalah perakaran tumbuhan yang mana kecambahnya mengalami pertumbuhan secara terus menerus sehingga tumbuhna menjadi besar dan bagian pangkalnya berukuran leih besar daripada bagian ujungnya.
Berikut ini ciri-ciri lain tumbuhan dikotil.
·   Batangnya bercabang-cabang karena tunas aksiler-nya berkembang dengan  baik.
·  Daunnya berukuran pendek dibandingkan panjangnya tulang/urat daunnya yang mirip atau menjari.
·  Perhiasan bunganya bisa dibedakan antara mahkota bunga (berwara indah selain hijau) dan kelopak bunga (berwarna hijau)
· Jumlah bunga pada ummnya menunjukkan kalipatan empat atau lima.   
b)    Tumbuhan monokotil
Monokotil berasal dari kata monus yang berarti tunggal dan kotyledon yang berarti ‘keping lembaga biji’. Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki biji tertutup. Pada saat berkecambaha bijinya menunjukkan jumlah keping lembaga atau memiliki satu daun lembaga. Perakarannya bersistem serabut. Sistem perakaran serabut terjadi karena terhambatnya pertumbuhan akar sejak kecambahnya memilki akar samping yang tumbuh pada bagian pangkal batang. Akar-akar samping yang berbentuk serabut dan berjumlah banyak umbuh dan menggantikan akar serabut yang memiliki ukuran yang sama dari ujung hingga pangkal.
      Berikut ini adalah ciri lain tumbuhan monokotil.
·           Batang berbuku-buku dan ruasnya tampak jelas.
·           Batang yang tumbuh diatas taah umumna tidak bercabang akibat tunas aksiler-nya yang tidak berkembang dengan baik.
·           Daunnya breuuran panjang, berbentk pita dnegan tulang/urat berbentuk sjajar atau melngkung
·           Pada perhiasan bunganya umumnya sulit dibedakan antara mahkota bunga dan kelopak bunga
·           Jumlah bunga menunjukka kelipatan tiga.
           2.            Gymnospermae
        Gymnospermae berasal dari kata gymnos yang berarti’telanjang’atau ‘terbuka’ dan sprema  yang berarti ‘biji’. Tumbuhan gymnospermae termasuk golongan tumbuhan yang menghasilkan biji dalam keadaan tidak tertutup oleh daging buah (karpel) sehingga tampak dari luar sejak masih berupa bakal biji hingga menjadi biji. Ciri lain tumbuhan gymnospermae adalah memiliki alat perkawinan berbentuk strobilus(karanag bunga berbentuk kerucut) seperti yang dimiliki oleh tumbuhan kelompok paku-pakuan. Selain itu, tumbuhan ini berdaun sisik, tidak memilki perhiasan bunga, dan sistem pembuahannya tunggal. Contohnya adalah pakis haji,tangkil atau melinjo, dan pinus.

         C.  KEANEKARAGAMAN HEWAN
1.      Aves
        Kelas aves merupakna kumpulan hewan bertulang belakang yang tubuhnya ditutupi oleh bulu-bulu . anggota depannya berubah menjadi sepasang sayap, berdiri pola kedua kakinya yang berjari empat buah, serta mulutnya berupa paruh. Jantungnya sudah memiliki empat ruang secara sempurna, yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). Alat pernapasannya adalah paru-paru, tetapi pada beberapa burung, khususnya burung yang memiliki jarak terbang jauh, memilki alat bantu pernapasan yang disebut pundi-pundi (kantung) udara yang menyediakan udara untuk paru-paru pada saat terbang. Contohnya, yaitu elang, merak hijau, murai batu, jarak bali, kakaktua, kakaktua jambul kuning, ayam, bebek, merpati, dan kasuari.
2.      Pisces
         Pisces atau ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di airdan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneaka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27.000 diseluruh dunia.
        Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan. Ilmuan mengelompokkan ikan menjadi ikan tanpa rahang(kelas agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas chondrichthyes , 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas oisteichthyes).      
         Ikan bertulang rawan  contohnya  yaitu hiu dan pari
         Ikan bertulang keras dapat dikelompokkan menjadi ikan laut,ikan air tawar dan ikan air payau. Contoh ikan air laut yaitu, kerapu, teri, dan kakap. Contoh ikan air tawar yaitu, belut, gabus, gurami, ikan mas, mujair, lele, dan sepat. Contoh ikan air payau yaitu ikan bandeng.
3.      Amphibia
            Amphibia Merupakansuatu kelas hewan bertulang belakang yang memiliki daur hidup di dua alam sehingga harus mengalami metamorfosis. Dalam metamorfosis, amphibia sewaktu masih menjadi larva harus hidup dilingkungan air, bernapas, dengan insang, dan bergerak dengan sirip ekornya. Ketika dewasa, amphibia menjadi hewan darat, bernapas dengan paru-paru dan bergerak dengan kaki jalan yang mengalami selaput renang.
Ciri-ciri amphibi yang lain yakni.
a)      Alat gerak berupa kaki yang berselaput
b)      Bernapas dengan insang, kulit, dan paru-paru sehingga dapat hidup di air darat.
c)      Kulit selalu basah dan berkelenjar sehingga adaptif untuk kehidupan di air dan darat.
d)     Terdapat dua pasang anggota gerak sehingga adaptif untuk berenang, berjalan, ataupun meloncat.
e)      Rangka dari tulang sejati
f)       Jantung terdiri atas tiga ruang, yaitu satu ventrikel dan dua atrium.
Contoh hewan amphibia, yaitu katak dan kodok.

4.      Reptilia
   Reptilia merupakan kelas vertebrata yang berjalannya secara merayap atau melata. Tubuhnya ditutupi kulit yang bertanduk dan sering diperkuat dengan plat tulang. Reptilia mempunyai dua pasang tungkai yang masing-masing memilki lima jari  bercka yang digunakan untuk lari, mencengkram, dan naik pohon. Reptilia adalah hewan berdarah dingin dan berkembang biak dengan bertelur. Jantungnya memilki empat ruang, yakni dua atrium dan dua ventrikel. Contoh rephtilia yaitu mencangkup bangsa ular, bangsa kura-kura, bangsa kadal, dan bangsa buaya.
5.      Mammalia
           Mammalia merupakan satu kelas vertebrata yang memilki kelenjar susu(sebagai ciri utama) untuk menyusui anak yang baru dilahirkan atau anak yang masih kecil. Hampir seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut yang berfungsi untuk mengisolasi panas. Selain itu, mammalia mempunyai dua pasang anggota gerak. Jantungnya sudah sempurna  (memilki empat ruang, yaitu dua atrium dan dua ventrikel ) bernafas dengn paru-paru. Contoh hewan mammalia yaitu kelinci,rusa, gajah, marmot, tikus, orang utan, kerbau, badak, dan sapi. 
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat kami simpulkan bahwa keanekaragaman hayati adalah berbagai variasi yang ada diantara makhluk hidup dan lingkungannya. Keanekaragaman hayati dibedakan dalam tiga tingkatan, yakni keanekaragaman genetik, keanekaragmaan spesies, dan keanekaragaman ekosistem. Keanekaragaman hayati terbagi menjadi dua kerajaan yaitu kerajaan plantae / tumbuhan dan kerajaan animalial/ hewan.   
       
DAFTAR PUSTAKA
     Laelawati, Susi. 2009. Keanekaragaman Hayati.
     Irwan, Zoer’aini Djamal. 2007. Prinsip – prinsip Ekologi,e ekosistem, lingkungan dan pelestartariannya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar